Tab Kolom

Jumat, 11 November 2011

You'll Never Write Alone



Entah sejak kapan gue mulai tertarik sama dunia tarik ulur pensil (baca:Menulis). Oh ya, gue inget (Labil Abis). Gue mulai tertarik sejak baca bukunya Raditya Dika yang Judulnya Marmut Merah Jambu, nah ini dia penampakan bukunya



Di Cover ini raditya dika lebih terlihat seperti pengemis cinta

Sejak baca buku pertamanya itu gue mulai 'jatuh cinta' sama novel-novel absurd, awalnya gue bersama nyokap sedang jalan jalan di Gramedia, dan mata gue terhipnotis oleh buku ini, tampil di jajaran Best seller(s) nomer 2 pada saat itu, tapi gue masih biasa aja, gue menganggap palingan buku itu adalah buku tentang ternak marmut, huh. Untuk apa gue kesini? yang jelas bukan untuk membeli beras, kawan. Gue kesini buat cari cari buku pelajaran sekalian buat nyari buku buku bacaan yang asik.

Naik ke lantai atas, gue makin bingung, kenapa buku ini begitu banyak? #TimbulPertanyaan
Maka, timbulah salah satu asumsi diantara 2 pertanyaan : 
1) Bukunya itu gak laku, jadi banyak stocknya
atau 2) buku itu akan ditarik perederannya karena cover yang tidak memenuhi standar cover buku indonesia.


Gue makin gak tahan, 'gak gak gak gakuat, aku gakuat sama. sama mukanya, bang Dika~'
Mata Raditya Dika menghipnotis ku. Setelah mengitari Gramedia ini layaknya mengitari satu RW dengan odong odong, gue pun balik ke tempat Buku Marmut Merah Jambu itu bertumpuk. (Tapi sumpah, ini tuh asik abis!)

Hati gue berantem, sisi kiri berkata "Udah beli aja, keliatannya seru tuh!" namun, disisi lain hati gue berkata "ngapain beli buku itu, gak seru, emang lo mau ternak marmut?" Terjadi pertempuran hebat antara mereka berdua.

Setelah bertapa di Rengasdengklok selama 111111 hari, akhirnya gue pun setuju buat beli buku ini. Gue ngambil buku ini dan langsun ngacir ke nyokap "Boleh beli buku ini gak?" . Nyokap agak heran, tampangnya bingung, kenapa gue beli buku ini mungkin. Nyokap langsung bilang
 "Buku apaan  ini?"
"Bukunya Raditya Dika, coba coba beli, kali aja seru"
"Yaudah deh"
Nyokap pun pasrah, seluruh isi Gramedia pun hening.


Gue sempet pengen kayang di meja kasir, tapi gajadi karena takut dipanggil security dan dibawa ke Rumah sakit jiwa. 

Setelah dibayar, gue buru buru ngajak nyokap balik, nyokap ngikut. Pas sampainya dirumah, gue buka buku itu dan langsung berlutut sambil menghadap ke arah matahari, sempet bingung, kok mataharinya gakada?. Gue baru sadar kalau ternyata saat itu malam hari, sial.

Gue buka lembar pertama, kedua sampai seterusnya. Men! seru abis nih buku! apalagi yang pas bagian ini:

"Jupiter Jones, penyidik utama
-Kelebihan: Punya kemampuan deduktif dan ingatan yang kuat

Pete Crenshaw, penyidik kedua
-kelebihan: atletis dan jago olahraga

Bob Andrews, pengumpul data
-kelebihan: cerdas dan banyak akal
____________________________

Kita lalu mencoba untuk membuat struktur yang sama dengan trio detektif. Gue tulis di buku detektif, namma, posisi, dan kelebihan masing masing anggota. Namun, jadinya malah seperti ini :

Dika, penyidik utama
-kelebihan: tidak gampang ngantuk

Bayu, penyidik kedua
-kelebihan: bisa nelen panadol gapake aer

Wahyu, Pengumpul data
-kelebihan: jago main game bola "

Hmm.... Dengan kelebihan seperti itu, gue bilang bang Dika lebih baik menjadi seorang supir truk daripada detektif, hmm -___-V

setelah membaca buku itu, gue mulai mengkoleksi buku buku Raditya Dika yang lainnya, seperti : 


Babi Ngesot
Yang ini Cover paling keren menurut gue

 Radikus Makankakus
Raditya Dika terlihat seperti terjepit 'sesuatu'


Kambing Jantan
Simpel, namun tetap keren. Tulisan 'orang gila' nya jujur sekali

Kambing Jantan Comic Part2


Ini adalah comic dari Kambing jantan. Sumpah , ilustrasi nya keren banget.


Cuma 'Cinta Brontosaurus', 'Tolong! Radith Membuat Saya bego' dan Kambing Jantan comic Part1 aja yang belum gue miliki.

Menurut gue, Semua buku bang dika keren, gatau kalau menurut orang lain, Kalian gasuka? gakusah marah, keep Slow, pendapat manusia berbeda beda sobat.

 Raditya Dika adalah seorang yang memotivasi gue untuk berkarya, gapeduli kita siapa, dan Dimana. 
Raditya Dika akan mengeluarkan buku baru yang berjudul 'Manusia Setengah Salmon'. Gue pernah liat di twitter, kalau gasalah Cover bukunya itu muka dia yang Bibir nya dimonyong monyongin gitu deh. Sok Unyu layaknya 'Paris Hilton'. 

Ngomong ngomong, Paris Hilton lagi ada di bali ya? Aaaaa~~~ *keBaliNaikElang

Bagi kalian yang suka atau sering baca bukunya 'beliau' Pasti kalian akan heran, semua bukunya itu bertemakan tentang binatang, ya Bin Atang. gue gatau Bin Atang itu siapanya dia, bapaknya atau om nya gue gatau, jangan tanyakan pula pada ayu ting ting, karena dia sedang sibuk mencari alamat.

Gue gatau gimana pandangan pikiran nya Raditya Dika mengapa dia memakai jenis jenis hewan untuk nama bukunya, mungkin untuk terlihat lebih 'unyu' aja kali ya. 
Tapi, yang jelas Raditya Dika itu penulis terkeren, dan terAbsurd yang pernah gue ketahui.

Yeah, thanks a lot  Raditya Dika! yang telah memotivasi gue untuk terus berkarya. Baik itu menulis, ataupun dengan seni seni yang lainnya. Raditya Dika, 'You'll never write Alone'

(*gue gak bermaksud menjelek jelekan Raditya Dika, karena Radit adalah Idola gue.)

 Salam,
Sekian

Raditya Dika KaWe


Senin, 31 Oktober 2011

X____X

Umm Hari ini hari senin, hari yang (mungkin) paling disebelin sama pelajar pelajar di Indonesia. Gue gatau apa alasannya hari senin itu Bisa disebut 'Living Hell'.

Di Sekolah Negeri, biasanya pagi hari senin itu diawali dengan Upacara. Bisa lama, bisa juga cepet, tergantung pembina upacara yang ngasih amanat pas upacaranya sih. Lama Saat Upacara bisa juga dipengaruhi karena kesalahan petugas upacaranya. Karena Jatuh anggota paskibra nya saat ingin mengibarkan bendera pusaka, pemimpin upacaranya gugup, atau juga karena suara komandan kompi paling kanan yang suaranya lebih mirip manusia jadi jadian daripada komandan kompi kanan.

Upacara hari itu berasa 1000 abad lamanya... Ditambah panas terik matahari yang gak kenal tega menggosongi gue. Alhasil habis upacara itu selesai, gue buru buru ke kelas buat ngadem. Sayang, gue lupa kalau kelas gue itu saat pagi hari tiba, sinar mataharinya akan sangat silau.. Sial.

Pelajaran pertama hari itu adalah IPA(Ilmu Pengetahuan Alam). Beruntungnya IPA nya adalah Biologi, bukan fisika. Dan Guru yang ngajar itu asik asik sesuatu gitu. 

Pelajaran Biologi itu ada asik, sekaligus sadis.
Kenapa sadis? karena Biologi itu biasanya ngebedah-bedah binatang buat diliat organ dalam tubuhnya, ya jantungnya lah, ya ginjalnya lah. Ya, gue emang orang yang sangat ber-perikebinatangan. Liat Kucing boker aja gue bisa pingsan.

Pelajaran biologi selesai, terbitlah Istirahat.

Nah belakangan ini saat jam istirahat selesai, gue suka ke perpustakaan. Entah makhluk halus macam apa yang tengah membawa gue ke ruangan ini. Namun, gue bersyukur sama makhluk yang telah membawa gue ke perpustakaan. Gue jadi bisa belajar banyak disini *BakarMenyan*

Gue sih sering liat liat Globe atau enggak Atlas gitudeh *benerinkerah*

"Ternyata Inggris itu negara yang Glory ya, jajahannya banyak"
"Indonesia mana ya? kok gakada daerah jajahannya"
"Oh ternyata Benelux itu singkatan dari Belgia, Netherland, sama Luxemburg ya"
  
Semua tulisan yang ada dalam Font 'Ini' berarti sedang berbicara, baik langsung maupun tidak langsung (dalam hati)

Banyak banget yang bisa gue pelajari hanya dari sebuah 'Atlas' ataupun 'Globe'.
Dari Itu aja banyak, gimana dari yang lain? kan perpustakaan banyak banget isi bukunya. Seperti 'Tata Cara kentut yang baik dan benar' , 'Bahasa @L4y dengan ejaan yang disempurnakan' ataupun 'Jantan menjadi hansip'

TEEET TEEET TEEET 
Bel sekolah bunyi, suaranya mirip suara suara yang ada di stasiun kereta api (KA)
"Jurusan RangkasBitung tanah abang siap berangkat, kepada seluruh penumpang harap masuk ke dalam gerbong masing masing" Berasa di Stasiun abis. *IniSerius

Pelajaran Olahraga pun tiba, asik asik ajasih. Gurunya enak, namun pelajaran itu kita habiskan tanpa sisa oleh lari lari seperti dikejar Intel ataupun Satpol pepe.

Nah, ini nih. Pelajaran TIK (teknologi Informasi dan Komunikasi) alias Komputer.
Awalnya sih biasa biasa aja sampai guru itu ngasih acara ramal ramal kayak mama lauren ataupun Ki Joko bodo, abstrak abis.
"Ya, bapak punya Games, jadi bapak akan meramal. Disini ada Gambar Wajik, Keriting, Sekop, dan Hati. Juga ada King, Queen, Jack, 10 sampai As. Nah sukarelawan dari kalian harus memilih tiga dan dicampur. Contohnya 6 Hati, 7 wajik dan as keriting"
Gue manggut manggut, pertanda gue ngerti.

"Nah, biasanya kan tentang keuangan, ataupun kehidupan. Kali ini Tema nya adalah ASMARA"
"CIEE WOOO HAHAHAHA"

Seisi Kelas pada teriak teriak norak kalau masalah cinta cintaan.
Gue sih biasa biasa aja, gak terlalu tertarik sama masalah ramal meramal apalagi tentang cinta cintaan gitu. Belum waktunya juga. *LemparPoni

"Siapa yang mau diramal duluan, angkat tangan!" Ucap guru gue mantap

Gue tau temen temen gue sebenernya pada mau, tapi pada malu malu. Sok Jaim gitu, tapi setelah ditunggu bertahun tahun (Gak lebay juga kali! Woy!), akhirnya ada juga orang yang mau jadi suka relawan. Dengan sangat antusias dia memilih. Tapi saking lamanya dia memilih, satu kelas pada keki.
Mungkin katakata yang ada di dalam hatinya adalah : "Aduh pilih Jack sama Hati ajadeh, eh tunggu tunggu kalau pilih jack, nanti Kingnya cemburu. Eh gimana ini? aduh gimana? Gimana gimana gimana~" #KemudianGalau Ya itu memang lebay kawan.

Setelah beberapa orang, maju kedepan untuk menulis pilihannya, guru gue bilang "Oh iya, jangan lupa pikirin satu orang sebelum menulis yaa". Gue cuma berdehem

Guru gue jalan jalan mengitari satu kelas sam'Ular naga panjangnya' bil bermain *SeluruhIsiTulisanAdalahTanggungJawabPembaca. 
Sampai akhirnya guru gue menghampiri gue dengan penuh senyum, ngambil kursi di sebelah yang kebetulan kosong dan mulai membuka mulut "Kamu maju, ayo maju gakusah malu malu, ayo maju"
Gue dipaksa, sejujurnya gue gamau, asli gamau (For Your Info. Tulisan disini sudah diedit sedemikian rupa oleh Ichbale, sehingga disini gue terlihat keren). Dengan tubuh lunglai gue pasrah maju kedepan sambil nulis ngasal alias sesuka hati.

"Ya udah semua ya, sekarang ayo kita bahas apa arti dari sesuatu yang kalian pilih"
satu orang telah terselesaikan. Satu kelas pada ngeCiee in dia karena guru gue bilang "Kamu sebenernya gak terlalu suka sama dia, tapi dia sangat naksir kamu"

Orang kedua juga begitu, dia juga diCieein satu kelas karena Isinya kurang lebih sama seperti orang pertama..
Sekarang giliran gue untuk dibahas tiba. Gue pengen menghentikan waktu, sayang gue bukan supirhero.

"Kesempatan kamu untuk melanjutkan hubungan sangatlah kecil, walaupun kamu sangat naksir sama dia. Tapi dia gak akan naksir kamu, karena dia sudah punya pacar" JLEB. 
Setelah perkataan itu gue sih biasa aja, namun hampir seisi kelas meneriaki gue dengan "OOOO Kasian" . Keki dengan perkataan itu... gue coba nutupin telinga pake tas, tapi masih kedengeran. Gue pengen pergi pake elangnya bang Raditya dika, sayang gak ada di sekolah gue.

"Sabar ya, bukan saatnya kali" , "Sabar ya, masih ada yang lainnya kok, keep selow", " Tenang aja ya, masih ada gue kook" kata terakhir terusap oleh salah satu temen cowo gue. -___-

Gue berpikir, apakah ini beneran? Jadi... apakah? Bambang, kamu sudah punya yang lain? oh tidaak... Bambangg!!! Kembali Bambang!! #KemudianGalau

Hmm. "So... You Think Prophecy is true?"

Salam
Sekian

El Loco'Sonais''Gonzales

Rabu, 26 Oktober 2011

Ini Pilihan gue, lo?


Hm.... Menurut gue apa yang kita alami itu menyenangkan. Kita bisa bereksperimen dengan hal hal yang udah kita alami selama satu hari. 
Orang itu seperti sebuah Film, banyak yang bisa kita ambil, mulai dari kata kata, cerita hidupnya, gaya/style bicaranya, cara berbusananya dan mungkin masih banyak lagi yang bisa kita ambil dan dijadikan sebuah 'Tulisan Tangan'(Ataupun tulisan Komputer bagi kalian yang nulis di laptop/komputer)

Sampai saat ini gue nulis kejadian yang menurut gue 'absurd' di dalam lembaran buku gue, lembaran yang lusuh, dekil, kumel. Mungkin bagi sebagian orang kertas seperti ini disebut 'sampah' dan sangat layak untuk dibuang, tapi bagi gue enggak. Walaupun tulisan itu cuma sedikit, seenggaknya buku gue gak kosong dan gak terisi oleh gambar atau tulisan yang gakpenting dan gajelas.


Jadi... Beberapa minggu yang lalu gue habis ngejalanin apa yang dinamakan UTS a.k.a ulangan Mid Semester.
Bagi hampir semua murid, satu minggu saat UTS adalah Living Hell banget. Sebagian temen temen gue malah menghindar dari UTS satu minggu tersebut, emang enak sih, mereka jadi gak ngerjain soal yang bikin kepala jadi ubanan, apalagi fisika sama Matematika.
Namun, menurut gue menghindar dari UTS tersebut adalah keputusan yang sangat sangat buruk, karena saat mereka masuk dikemudian hari, mereka akan dipertemukan dengan soal soal bekas dan bau karena sudah dipindah tangankan dari orang orang yang menyalahgunakan kertas ulangan menjadi
pesawat-pesawatan atau kapal-kapalan. (oke ini gapenting abis) 

______________________________________________________________________

Hari pertama gue masuk kelas.. Ada yang gue rasa aneh, gue liat kearah jam dinding di atas papan tulis. Gue melihat jam itu dengan seksama, lantas gue bertanya sama temen yang kebetulan satu ruangan sama gue. 

"Eh itu jamnya Kenapa? lagi ngetem atau gimana sih? kok gak jalan jalan, jarum pendeknya di angka 8 terus"
"Itu jamnya rusak, otak lu jalan gak sih"

JLEB to the max. Kalau kata si arip muhammad a.k.a Poconggg Gue sih mesti showeran (Mesti banget banget banget ya?)

Belum lagi ditambah Temen sebangku gue yang satu kelas dibawah gue bertingkah yang aneh aneh. Seperti jongkok di kursi saat mengerjakan UTS. Gue Curiga dia bawa kursi sendiri dari rumah yang ada Klosetnya biar bisa boker ditempat. (Ini Serius)

Satu Tips dari gue. Jangan sekali kali kalian bawa Hape ke dalam ruangan yang diisi sama guru gue yang Matanya udah kayak ayu ting ting . Ya, matanya kesana kemari. (penting gitu? tau guru gue yang mana?)

Ada satu kejadian yang kocak menurut gue. 
Yaitu pas temen cewek gue bawa hape dan guru gue yang itu mengira bahwa dia itu bawa hape . (FYI Disekolah gue gak boleh bawa hape. Oh man!)
Saat itu Pula terjadi debat hebat antara mereka berdua

"Kamu bawa hape ya?"

"Cowo tuh gapernah ngertiin kita, gapernaah ngertiin kita. Mau mereka apasih ya cyin?"

Gue kaget denger balesan kata kata dari temen gue ini. Lalu guru gue menghampiri dia secara dekat, dan ia pun duduk disamping temen gue yang kebetulan kursinya lagi kosong waktu itu. Nah, dan gue tambah shock lagi setelah mendengar jawaban balasan dari guru gue, dengan nafsu yang menggebu gebu iya berbicara dan mulai membuka suara...

"Iya.. Gue juga kesel, kenapa sih mereka gapernah ngertiin kita, asal lo tau ya, hati gue ini sakit udah di permainin sama cowo cowo munafik"

Gue cuma bisa geleng geleng. Setengah berbisik, gue ngomong sama temen didepan gue
"Sst... Dua korban KDRT sedang berbagi kisah penderitaan".


Mid Test gue berjalan cukup baik... Gue gak nyontek atau bahasa yang sering muncul di sekolah gue adalah 'Nge Bet' Setau gue sih Nge bet itu taruhan atau judi. Jadi... Hubungannya apaaa?!?!?!?!?!

Seluruh halangan dan tantangan udah gue lewati dengan baik, mulai dari tawaran temen gue yang pengen ngasih gue contekkan, tawaran 'ngebet' dan kawan kawan sepermainnannya itu.
Terbukti, nilai gue lumayan lah..

Mungkin dari Lo semua mau tau banget(Mau tau banget bangetan ya?)  kenapa gue gak mau buat ngebet alias naro buku di bawah loker pas ulangan.

Alasannya adalah:
1.  Lo gak akan tenang, karena takut ketauan sama  guru yang lagi ngawas, atau seenggaknya, temen yang ember atau lemes dan ngasih tau ke guru lo karena lo ngebet.
2. Kalau nasib lo lagi gak baik, dan akhirnya ketauan. hidup lo gabakal enak, lo akan dilaporin ke wali kelas lo, dan dibilang ke orang tua lo. dan apa yang terjadi? orang tua lo akan malu. Tau apa yang akan Orang Tua Lo katakan? ... "kenapa anak Saya Begini?"
3. Secara teori Agama, Nyontek buku itu sama aja membohongi diri sendiri, dan taukah hukumnya?  ya DOSA.


Mungkin Banyak dari kalian yang gak setuju sama pendapat gue ini...
Ya kawan, pendapat orang memang berbeda beda, gak salah kan kalau gue men-share pendapat gue.

Dari dulu sampe sekarang, gue tetep megang pendirian gue. Pendirian yang sampai saat ini gak gue ubah.

"Lebih Baik nilai Lo Kurang Memuaskan daripada Bagus namun bukan hasil Sendiri"


Jumat, 14 Oktober 2011

Dimanaa Dimanaa Dimanaa~

"Dimanaa Dimanaa dimanaaa~"

Sumpah ya! Gue gatau dimana. Kenapa juga mesti nanya ke gue?  Kenapa gak nanya ke bokaploo, atau sodara lo atau siapalah.


Oke Dalam Post Kali ini gue akan membahas tentang ayu tingting dan lagunya ( Berasa kayak judul film entong dan Negeri Dongeng )

Jujur, gue gak tahu asal usul lagu ini, mungkin penciptanya elton john? atau yang mengaransemen lagunya John Mayer? gue juga gatau. Yang Jelas pertama kali gue denger lagu ini adalah saat gue lagi disekolah. Dimana pas pelajaran Komputer di Lab.Komputer, ada salah satu temen gue yang bawa hape dan nyetel lagu Alamat palsu itu.

Pas di Setel (Gue tahu bahasanya jelek -_-) lagunya, Satu ruangan pada asik ngangkat tangan sambil jari tangannya pada dimainin. Usut punya usut ternyata lagi pada ngupil masal.
Dari Temen temen gue, guru gue pada asik semua
Sampe sampe ada yang bilang "Nyewa Organ tunggal yuk" -__-

Entah Darimana mereka bilang lagu ini 'enak' gue juga belum familiar ya sama lagu ini.
Lambat laun pun gue dikit dikit tau. Kata kata pertama yang gue tahu itu "Kesana kemari membawa alamat, JENG JENG"
Menurut gue yang bikin lagu itu asoy adalah pas 'JENG JENG' nya berasa dramatis banget.


Sekarang kita ke video Clipnya. Asli ya menurut gue video clip nya itu kurang bagus, gak bagus emg lebih baik dari jelek ya . Video clip nya itu sok  suram  Disitu dia
 Duduk duduk sambil meratapi nasibnya, nyari nyari alamat tapi gak ketemu ketemu karena dia dapet alamat palsu, Gue Curiga Dia tukang Pos nih .
Lagu sama video clip nya itu kurang cocok. LAgunya gitu, eh video clipnya begitu..

Jujur gue lebih salut sama penciptanya, yaitu pencipta lagu alamat palsu. Dia membuat lagu yang kata katanya mudah dicerna/Dihafal orang sehingga lagunya bisa menjadi booming di indonesia, dan hebatnya lagi, penciptanya itu kurang/gak tersorot public, kurang hebat apa coba tuh?.

Nah sekarang ke Ayu tingting nya aja
Menurut gue sih ya.. Ehm... Biasa aja sih, cakep engga jelek juga engga.
Suaranya itu serek serek becek pasar Jombang, kayaknya sih lebih cocok jadi vokalist esteh 2gelas ya.

Orang orang yang sejenis seperti ayu tingting emang banyak banget (Terkenal Dengan cepat kilat, tiba tiba terkenal gitu aja)
Ada Briptu Norman Kamaru  yang terkenal lewat Chaiyya Chaiyya nya, Belakangan dia juga nanyiin lagu yang nadanya sama persis kayak Chaiyya chaiyya, namun Lirik lagunya aja yang diganti menjadi bahasa Indonesia. Kalau Gasalah Cinta Cinta deh, Bener gak Komariah?. For Your Info Komariah adalah sebutan untuk nama Fans dari Norman kamaru yang gue ciptakan sendiri. Komariah gue dapetin dari kata kamaru, gak elit sih emang. Iya gue tau -___-

Ada Juga Shinta Dan Jojo yang tekenal lewat lagu Keong Racunnya. Mereka terkenal karena mangap mangap dan ngerekam videonya masuk ke yutup sampai akhirnya ditonton sejuta umat manusia dan menjadi terkenal. Jalan Hidup itu emang unik ya, Seseorang bisa menjadi terkenal dalam Waktu 1 hari aja, Social Network emang membantu untuk memudahkan segala urusan manusia, tak terkecuali untuk menjadi terkenal.

Jalan jalan ke luar negeri, ada moymoy palaboyyang ngelipsing lagu Marimar, gayanya emang kece bangetsih. Lebih jauh lagi, Ada Justin Bieber.

Justin bieber menurut gue seharusnya dia berterima kasih lewat lagu kepada yutup. Kenapa? karena yang membersarkan nama dia adalah yutup.

Dan Ada satu makna hidup yang gue ambil dari youtube.

"Buatlah hidup ini berharga untuk orang lain tanpa mengharapkan imbalan"




Jumat, 30 September 2011

Junior.. Oh.. Senior Part4-end

'Alhamdulillah Yah' 

itulah kata-kata yang pantas gue uuntuk sebut. Setelah Sekian lama gue gak ngepost akhirnya gue ngepost juga di blog ini. Oke check deh part terakhirnya.
___________________________________________________________________________-

Besok harinya gue punya schedule buat jalan jalan (sendiri) di depan koridor kelas 12 . Tapi niat itu gue urungkan karena gue gamau jadi perkedel yang di 'bejek  bejek' sama mereka.

Hari demi hari gue habiskan dengan bermain di kubangan, nangkep kecebong, dan cegat tukang bajaj.
Nothing Special ya... 


Akhirnya... Gue dengan sangat resmi naik ke kelas 3. Kelas yang dimana sangat ditakuti oleh kelas kelas lain. Dan belakangan gue ketahui bahwa Maisaroh, eh salah maksud gue Fia pindah sekolah, dia pindah karena kakaknya udah lulus dan ingin melanjutkan Study di ameriika dan ngambil jurusan teknik Polisi pinggiran (baca: tukang parkir) Dan Si Fia Ini juga ngikut ke amerika.

Dengan kepergian Fia ini, sehari hari gue Galau. ya GALAU.

Setelah satu tahun gue galau -___-

gue resmi lulus dari SMA gue itu.
Gue berpelukan bersama temen temen gue, guru guru gue, saudara saudara gue, abang abangyang sering gue utangin.
Gue minta maaf atas kesalahan yang pernah gue perbuat selama ggue sekolah di sekolah ini.

Saat itu gue ngomong ke temen yang pernah jadi korban bully sama kakak kelas bareng gue itu, dan dia akhirnya ketangkep.
"Eh alhamdulillah yah. Kita lulus. BEBAASSS"
"Masih ada Ospek bego"

*kemudianHening

Gue natap mata dia, dia juga natap mata gue.
Dengan dramatis, gue bilang "Pas kuliah nanti, kita bakalan satu universitas gak ya ?"
Bukannya bales katakata  gue dengan mesra penuh kasih sayang. eh dia marah marah gajelas

"GUE MALAH BERHARAPGAK SATU UNIVERSITAS SAMA LO YANG UDAH BIKIN GUE KETANGKEP, MONKEY!"

Tamat.

___________________________________________________________________

Sesuatu yah sedikit banget. Oke salam ichbale!

Jumat, 16 September 2011

Junior.. Oh.. Senior Part3

Udah baca cerita sebelumnya? baca dulu ya.... Oke

LANJUT GAN
______________________________________

Gue Langsung masuk kelas, diselingi lagu Semes yang berjudul 'Aku Hati kamu' gue girang bukan kepalang seakan akan mirip Bisma (What The??)

Pas gue sampe kelas ternyata ada guru yang lagi ngajar, emg apes ya nasib gue, terpaksa gue mesti berdiri di depan kelas sambil teriak sekenceng kencengnya.

 "GURUKU GANTENG SEKALI GURUKU GANTENG SEKALI"

Guru macam apa kau pak? Narsis abis,mending ya kalau gurunya cewe, lah ini? kumis nya lebat baget mirip Opi kumis.

"Pak sampe kapan saya harus bilang begini?" Gue keki, nanti dikira homo lagi bilang bilang kayak gitu.

"sampe saya ngefly ya nak" kata dia enteng.

Apa apaan pak? saya gak terima, saya bayar SPP sekolah ini buat belajar pak! buat menimba ilmu! bukan buat mesra mesraan sama bapak, saya masih normal pak. Saya tau bapak belum beristri, tapi pelariannya bukan ke saya juga pak. Jangan mempengaruhi jiwa muda untuk menjadi generasi penerus bapak, bapak itu gay  terkutuk pak, terkutuk.

Gue langsung nyelonong pergi ke belakang kelas, tempat gue duduk. Guru gue itu cuma bisa geleng geleng sambil ngeliatin gue terus. Entah kenapa dia ngeliatin gue terus, mungkin karena rambut gue yang berkilau, dia sampe ngefly.

nih ya gue cerita (emg daritadi apaan?!?)

Pernah ya, pas gue lagi di St.senen ada satu orang bapak bapak, mukanya udah agak tua gitu, jenggotnya lebat, mirip hutan hutan yang di kalimantan. raut wajahnya sih kayak gue kenal, rada mirip ki joko bodo gitu, tapi yang ini mukanya kayak udah dilindes pake gerobak sayur terus dikencingin sama tukang ojek.
Jadi udah jelas lebih ancur.

Bapak bapak itu ngeliatin gue mulu, gue sampe tebar pesona, pake gaya kayang dan cicak tengkurep. Dia tetep ngeliatin gue, gue makin bingung, untung aja gue gak sampe salting dan bilang, "bapaak, aku padamu, nikahin saya pak"

Tiba tiba... *jengjeng* dia nyolek pundah gue, gue menoleh,gue kaget, shock, lalu pingsan.

Dia lalu berbicara dengan penuh semangat.

"Mas, rambutnya kok bagus banget, pake apaansih?"

#GUBRAAK

Bumi terbelah menjadi 2, olga ternyata Pasha ungu, terus pasha ungu siapa? Entah.

Gue dengan santai, luntang lantung menjawab " Ah, gampang kok pak, cuma shampoo, harganya 500 perak, belinya di udin"

___________________________________________________________________________

Gue menungguu, menunggu sampai jam pelajaran pak guru yang  gantengnya  gak ketulungan itu selesai, setelah gue inget, pelajaran itu adalah jam terakhir dan habisitu pulang, berarti??

Ya, gue mesti... NRAKTIR SENIOR GUEEE!!


Gue heboh, nyiapin duit, dan beres beres baju gue. kalau gue dandannannya slengean nanti dikira nantangin mereka lagi.

'TEEEETTTT'

Bel sekolah pun udah bunyi, suaranya mirip bel di stasiun kereta api.

Gue keringet dingin... berjalan udah kayak siput, lama aja. dari kelas gue ke tempat tongkrongan mereka harusnya gak nyampe lima menit. Namun, dengan cara jalan gue yang kayak begitu, waktu 125462836 detik habis buat jalan ke tempat tongkrongan.

________________________________________________________________

*sampeditempat*

"Nah! Ini dia bocah yang kita tunggu daritadi, lama banget lo. gue sama anak anak udah pada laper nih. tuh liat, temen gue yang satu itu, udah kayak raul lemos yang rambutnya kayak sule.

"Iyanih, lama banget lu! gua nyampe sempet sempetin gak jajan tadi" kata temennya menimpali

"Lah lu mending! gua dari rumah bela belain gabawa duit!" Kata temen yang lain jawab sewot

"Nah elu nanti balik pake apa?"
"Ngebak men".

Ngeliat percakapan mereka, guecuma bisa geleng geleng. Gue udah berasa jadi donatur buat pengemis dan pengamen jalanan, maupun yatim piatu yang gadikasih makan sama siapapun. Alhamdulillah Yah

"Yaudah ayok gakusah banyak bacot lu pada, ayo ikut gua"
#Pleeng Di tempeleng gue sama puluhan manusia tanpa banyak dosa itu.

'Ambo kotok(?) kaliooon!! tak tau terimo kasooh' *setau gue, bahasa padang itu, banyak huruf vokal yang diganti jadi huruf 'O' *

Gue ngecek duit (lagi) apakah duit gue kurang, atau tidak, alhamdulillah nya, gak kurang, kalau kurang pasti sesuatu banget.

"Nah gini dong, sebagai junior yang baik lu harus nraktir kita semua, tiap hari ya kalau bisa"
Palalu mlejit! lu kira gue bapaklu? atau ibulu? atau neneklu? atau siapalah bodo amat . gak urus gue.

"Mas. ayam pop sama rendang, 2 porsi ya!"
"saya gulai kepala ikan sama telor ya!"

melihat pesanan mereka, sontak gue ngomel
"buset, ini bukan di burger king woy bang!"
"Iyalah BEGO, ini kita lagi di rumah makan di Padang! bukan di Burger King

*Hening*

Gue melihat mereka makan... Seneng ya ngeliat pengemis makan dengan lahap, saya harap mereka tumbuh besar dengan asupan gizi yang baik.

Jadi berasa menteri pengemis gue (emangada?)

Mereka makan dengan biadab, gatau diri mereka bilang
 "Mas! Rendangnya nambah ya!!!"
"Gua ngambil gulainya sendiri ya bang!!"

Buset gatau diri banget mereka. OKeoke, gue biarin aja, daripada gue balik gapake bajaj.
*FYI gue baru baru aja terkena bajaj syndrome
_________________________________________________________________________

Setelah sekian lama gue nunggu mereka makan dan nambah nambah lagi.
Akhirnya selesai juga, gue kebetulan ketiduran waktu itu, sampai akhirnya mas mas penjaganya bangunin gue.

"sayang, bangun sayang, bangun"

Gue bangun... habis itu mas masnya nodong dengan billnya

"Nih mas, temen temennya tadi bilang , yang bayarin masnya"

Gue langsung liat ke billnya.

*Guekaget,shock*

"WHAAT!!APAANIIHH!! MASA MAKAN AJA 2 JUTAA!!! HAAH!!" 
Gue heboh, berasa di setrum sama listrik bertegangan 2000 volt.

"Mas, saya gakpunya duit sebanyak ini, terus gimana dong?"

"Yaudah, sebagai gantinya, mas harus tidur disini, terus besok ngejaga warung ini, oke? sebagai jaminannya, KTP mas saya pegang" Mas mas tersebut langsung ngacir kabur dari pandangan gue.
Nasib emang jadi gue.


"kak, awas lo semua"
_____________________________________________________________________________

Bagaimanakah nasib Iqbal a.k.a Ichbale a.k.a Udin dalam cerita ini?
tungguin aja part selanjutnya yaa ;)


Rabu, 14 September 2011

Junior.. Oh.. Senior Part2

Udah Baca Cerita sebelumnya? Baca dulu gih biar nyambung ceritanya. 

___________________________________________________________________

Besoknya gue putusin buat bawa duit banyak, takut persediaan duit jajan gue gak cukup buat nraktir senior biadab gue itu.

*On the way naik Bajaj ke sekolah*

Sampai disekolah, gue memijakkan kaki dengan sangat hati hati, takut gue ketauan sama senior gue. Gue memutuskan untuk langsung cabut ke kelas buru buru.

Pas Banget gue mau masuk, tiba tiba ada kakak kelas gue yang itu.

Kata gue dalem hati
"Mampus, gue bakalan jadi ikan asin nih di depan kelas gue sendiri"

saking takutnya gue, sampe sampe kebelet kencing, dan ngompol dicelana, bentuk ompolnya mirip tanda 'LOVE' Loh. (Sumpah ini gapenting abis)

"ASSALAMUALAIKUM KAAK!!" Kata gue sok alim, mencegah terjadinya hal hal yang enggak gue inginkan.

"Eh, ntar pas balik, jadi kan traktir kita kita semua? Senior lo"

Iya kak, gue tau lo senior, tapi, apakah dengan status lo sebagai 'SENIOR' bisa membuat gue takut? Jawabannya, iya -___-

"Iya kak, selow aja napa, heboh amat"
#PLAAAK

"LO TAU SOPAN SANTUN GAK KALAU SAMA SENIOR!! HAH! MASIH JUNIOR AJA BELAGU".

Kak, gue juga punya junior kali, punya adek kelas, setahun lagi juga lo bakalan jadi sampah karena Ospek kuliah.

"Iya kak, maaf, saya gak sengaja"

"Awas lo nanti pas balik gua sama anak anak liat lo gakada, bakalan abis lo"

*Hening*
_____________________________________________________________________

Berkat kejadian hebat sebelum masuk kelas itu, gue jadi parno, sedikit sedikit ke WC, pipis gue juga jadi abstrak, kayak mau madamin kebakaran yang berapi hebat.

Ngeliat tingkah laku gue yang gila ini, temen sebangku gue, heran.
"Lo kenapa sih, sedikit sedikit ke WC mulu, lo lagi mens ya?"
Anjrit.

"Gini Sob, secara gak langsung, gue lagi di bully sama kakak kelas nih, dan gue sangat terganggu"
Btw, bukannya gue sok akrab manggil dia sob, berhubung nama Sobari, jadi gue panggil Sob.

Sobari yang otaknya rada autis, mirip tukang ojek yang suka ngomong 'Spadaa!!'
langsung motong pembicaraan gue ini
*FYI, spada adalah tukang ojek deket rumah gue

"Main Bully? Main PS? asik lah, masa lo gamau dan malah terganggu sih"
"Bukan Bully PS Bego"

*Kemudianhening*
_____________________________________________________________________________

Dikit dikit gue liat ke jam, dikit dikit gue itungin berapa menit lagi buat waktu selesai sekolah tiba. Semakin cepet waktunya, semakin horror suasananya. Gue ngitungin duit mulu apakah cukup buat nraktir orang orang yang bejat itu.

*ngitungduit*
"10 ribu, 25, 35, mampus! Duitnya kurang!"

"Heh! Siapa yang bilang mampus itu? sini maju kedepan!".

Ternyata gue menghitung dan bilang 'mampus' pada saat yang salah, pelajaraan saat itu udah mulai, dan pelajaran itu gurunya adalah pak sitobing (pak tobing guru paling killer yang terkenal di sekolah gue) Dan dia juga mengajar bidang studi Fisika. Pelajaran paling repot yang bisa bikin kepala gue jadi botak.

"saya pak" Gue angkat tangan dengan pasrah

Pak tobing siap memberikan pertanyaan yang super sulit buat gue, dan.......
"Siapakah nama Bapak saya?"

What? apa apaan nih pak? pertanyaan blangsak macam apakah ini?  apakah ini tanda tanda akhir zaman?

"Maaf Pak, saya bukan ibunya bapak"

"Baik, silahkan duduk lagi kamu"

Rasanya gue pengen telanjangin itu guru, terus gue suruh lari lari keliling lapangan.

___________________________________________________________________

Setelah jam jam absurd bersama pak tobing telah lewat, bel istirahat pun bunyi.
Gue cuma bisa ngerem di kelas, di pojokan, berharap senior gue gak nyariin buat minta beliin nasi padang. Lagian, gue juga janjinya kan pas balik.

Bener aja, ternyata kakak kelas biadab bersama 2 temannya itu dateng ke kelas gue.

"Hoy!! Mana yang namanya Udin!"
Waktu itu gue dipanggil, gak lain dan gak bukan, adalah ... Udin -___-

"Itu kak *sambilnunjuk* " kata  salah satu temen sekelas gue.

"sini lo, ayo ikut gue ke lapangan".

Gue ngeliatin orang yang ngasih tau dimana gue sambil bilang
 "Awas lo nanti".

"Gile, gue bakal diapain nih?" kkata gue berbisik dalam hati .gue udah mikir yang enggak enggak, dari mulai disuruh nyium banci deket sekolah, sampe Dikencingin -___-


"Tuh, adek gue, mau kenalan sama lo"
what? ternyata? dibalik kesangaran kakak kelas yang ini, tersimpan kepribadian yang baik .. uhh kakak.. aku padamuuu...

"Hai, boleh kenalan? nama gue Fia"

Men, ternyata adek nya kakak kelas itu cewe yang gue bilang cakep. Yang lagi main basket itu, yang mirip bule... Ternyata adeknya senior gue.

Gue Speechless. Gabisa ngomong apa apa, susah buat gue untuk berkata kata.

But, namun, ada satu yang gue bingungin dari tadi.
Kalau Fia ini adeknya senior gue yang itu? kenapa mukanya beda banget ya? adeknya cakep abis, abangnya blangsak banget.


"Hello, Gue Udin (Nama samaran) , Btw, lo kok cantik banget yah?, nyokap lo ngidam apaansih pas lahir? ngidam 'sesuatu' yah?"

"Ah elo, bisa aja. Lo bisa main basket kan? ayok main bareng gue :)"

Dia ngelemparin senyum yang ngebuat gue terbang. sayang, pesawatnya delay -___-

Kejadian itu membuat gue melupakan masalah gue sama senior senior gue, tentang beliin nasi padang, dikencingin, semua itu hilang seketika saat gue ketemu dia. Ibaratnya, gue lagi jalan jalan, terus gue disuruh beli yang macem macem sama temen gue, pake duit gue pula, emg gatau diri mereka. Nah, Jadi...

IBARATNYA ITU APAAN!!!!

___________________________________________________________________

Lagi asik asik main sama Fia, tiba tiba bel sekolah pertanda masuk setelah istirahat bunyi. "TEEEETTT"
"Anjir nih bel, mengganggu suasana banget, najis" kata gue keki dalam hati

"Eh, udah bel nih. nanti lagi ya, gue mau masuk kelas dulu, Daah"

*Ngefly sejenak*


Setelah gue main sama Fia, gue senyum senyum sendiri.
Sampe sampe sekelas bilang
"WOY SINTINGG! SENYUM SENYUM SENDIRI WOY!"

Gue biarin aja, ibaratnya, anjing menggonggong, ichbale berlalu.

Namun, kesenengan gue main sama  Fia ini gak berlanjut terlalu lama, karna, gue kepikiran buat nraktir senior senior bapuk gue.

Dalam hati gue bilang
"Ya Allah... Semoga besok sama Fia masih bisa seperti ini. amin"
  __________________________________________________________________________

Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Penasaran? serius? jangan kemana mana ya!.  "JAMAAH, OOHH JAMAAH"

*tunggu part 3 ya ; ) *

Senin, 12 September 2011

Junior.. Oh.. Senior

Hello Para Jelmaan Manusia

Setelah Sekian Lama gue gak ngepost, akhirnya gue ngepost juga.

Sama seperti Post sebelumnya gue akan menceritakan karya fiksi gue saat gue lagi SMA .
Kenapa SMA?  karena secara gue masih SMP belum banyak pengalaman. Gue akan ngarang beberapa cerita yang bertema tentang kehidupan sehari hari gue di SMA.

_______________________________________________________________________

Sehari hari  gue di sekolah itu kayak biasa seperti murid murid yang lainnya. Namun, berbeda dengan murid yang lain, gue bersama Salah dua temen gue (karena yang bareng sama gue ada dua) selalu nongkrong di kantin, lapangan basket, atau koridor kelas sambil nyari Cewe yang cakep. Biasalah anak anak SMA biasanya lagi suka sama cinta cintaan gitu.

Berhubung gue saat itu adalah kakak kelas #Saaah tepatnya kelas 11, kesempatan buat dapetin cewe adek kelas lebih gampang (emang? gue gak terlalu percaya). 

Waktu di lapangan basket, gue liat cewe cakep banget, putih, rada bule bule gitu. 
Sontak Gue langsung nampar orang di sebelah gue sambil narik mukanya biar dia liat cewe yang gue maksud. 

"Sob, liat tuh cewe yang lagi main basket"
Gue heran, kenapa temen gue ini gak nyaut.
Gue coba sekali lagi

"Woy Sob, liat tuh cewe yang lagi main basket... Cakep banget!"
Tetep aja dia gak nyaut. Keki, gue langsung  pengen ceburin dia keempang terdekat, biar langsung dimakan sama ikan lele yang berkumis sangat lebat. 

Pas gue liat ke samping, ada tulisan gede banget terpampang 'Masukan Kode PIN Anda'
Sialan, gue belum belajar.

Gue salah, orang yang gue gampar harusnya temen gue, bukannya.... KAKAK KELAS GUEE!! .
Jeger jeger... Bumi Gonjang Ganjing, Justin Bieber adalah anaknya mpok Nori (Sorry buat belieber, gue gak bermaksud)

"Ngapain lo gampar gampar gua. Jagoan lo?"
Gue cuma bisa diem, meratapi nasib kurang  gak beruntung gue itu. Gue langsung diseret sama kakak kelas biadab itu kekamar mandi, di kamar mandi itu udah ada beberapa orang temennya tukang jagal itu, entah sepuluh, dua puluh atau lima puluh, gak terlalu jelas keliatan.

"Mainan baru nih bro. Mau kita bikin apain dia?" Kata sang Provokator alias tukang Jagalnya
"Gue ada Ide" Jawan seorang kelas Tiga 
"apa?"
"Kita Kencingin aja dia! Hahaha"

Rasanya gue pengen teriak lepas "JANGAN KAAK, SAYA SUDAH BAUU, SAYA SUDAH BAUUU"

Tiba tiba Seseorang bertubuh besar, pake jaket item mirip tukang ojek langganan gue, berteriak dari belakang. Berbicara seperti Joni bLak blakan
 "Jangan... Mendingan kita suruh dia traktir kita nasi padang besok pas pulang sekolah, Oke?"

"SIAP KAAK" Kata gue penuh semangat
Gue pikir pikir, ide itu cukup briliant daripada gue pulang pulang basah bau kencing ke rumah"

'TEEEETT' Akhirnya bel istirahat selesai. Waktu istirahat yang cuma 30  menit berasa 1 abad gue berada di dalam toilet .
gue buru buru masuk kelas, lari lari kayak bocah bopung lagi ngejar bola. Temen sebangku gue dengan heran ngeliat gue lari lari, dia nanya 
" Kenapa lo?"
"Gue Habis Dikerjain sama tukang ojek -___-"

______________________________________________________________

menunggu bel pulang, suasana makin horror. Gue selalu ngeliatin Pintu masuk kelas gue, siapa tau ada kakak kelas yang itu. Masalahnya, gue belum cukup duit untuk nraktir mereka mereka ini, masa iya gue balik cuma bawa kolor doang, cupu abis.

Beberapa hari setelah kejadian itu gue selalu datang paling lama, dan pulang paling cepet. Di depan sekolah langsung cegat Bajaj dan langsung cabut ke rumah. Tapi gak setiap hari gue naik bajaj, karena gue gamau terkena penyakit bajaj syndrome. Bajaj syndrome adalah penyakit dimana pengidapnya akan geter geter sendiri kalau lagi bengong.

Karena siklus masuk dan pulang sekolah baru gue ini, si kakak kelas yang mirip tukang ojek langganan gue itu nyari nyariin gue. belakangan ini gue ketahui bahwa bukan gue aja yang jadi incaran kelas tiga. Tapi ada 2 anak lagi dari kelas seberang.

Pas di sekolah gue cari 2 anak itu 
"Eh kalian berdua si 'anu' ya? yang jadi inceran anak kelas tiga?"
"iyanih, lo jugaa? haha mampus" 

Gue menanggapai kata kata nya dengan dingin, gamau suasana jadi ricuh, gue diem aja.
Nah gue langsung mau balik bertiga sama mereka.

'TEEEET' bel pulang tiba, gue langsung nyamper ke kelas mereka dan langsung kabur. Pas ditengah tengah perkaburan gue terhadap kakak kelas itu, ke 'gep' sama temennya. 
"kabur kabur cepetan lari." kata gue gelagapan. air ludah muncrat kemana mana.

Berkat perkaburan ini (gue tahu bahasa gue jelek) gue belajar satu hal penting, yaitu. : 'Jika Kamu dikejar senior, kamu tidak perlu berlari lebih cepat dari dia, kamu hanya perlu berlari lebih cepat dari temanmu' Hal itu terbukti ketika gue lakuin saat dikejar senior bareng temen temen gak beruntung gue itu. See? Temen gue, yang jadi inceran juga, kena tangkapannya.

Temen gue yang satu lagi bilang 
"ehh dia gimana gimana??!?" Heboh banget kayak emak emak dapet arisan, tapi gajadi karena salah orang.

"Tenang Sob, tenang. Hidup kita masih panjang, biarkan dia termakan dulu.. biarkan lah, kita harus fokus meniti karir kita untuk masa depan" 
Suasana dramatis, diikuti dengan alunan lagu Super junior - Bonamana. Gue langsung joget kayak leeteuk.
Bukannya mirip, joget gue malah mirip inul lagi goyang ngebor.

Gue berpelukan sama dia, gue bergandengan kayak homo  menyusuri kelas untuk pulang ke rumah kita masing masing, yak, dengan Bajaj lagi.
Gue balik sama sobat gue yang malang ini. 

Pas Sampe rumah, gue mikir. 'apakah besok gue bakal nraktir senior gue?'

Gue Galau Setengah Mati 

________________________________________________________________-

Cerita ini gue bikin part. Sama seperti post sebelumnya, tungguin aja ya. ; )


Minggu, 28 Agustus 2011

IchBΔle dan teman teman sepermainan Part5 - End

Ini adalah Part terakhir dari Sekuel IchBΔle dan teman teman sepermainan #Eaaa . Mau nyambung ceritanya?baca dulu dari awal ; )

_______________________________________________________________________________

Besoknya gue putusin buat stay di apartemen gue, itu bukan apartemen gue juga sih, maksudnya, apartemen gak beruntung yang gue tempati. Kenapa?  karena setiap ada jam cleaning servicenya masuk, kamar gue selalu berantakan, penuh dengan kolor yang berterbangan dimana mana. Kolor itu terbang terbangan bagai sosok Item di Harry Potter yang gue lupa namanya, gue juga yakin mas masnya udah hafal banget dg situasi kamar yang gue tempati ini. Seperti kiper Arsenal tadi malem pas lawan Manchester United, Cleaning Service itupun pasrah.

Porshav sama Wang yang nyamper gue sambil bilang " Bale, Bale... Main yuk" Mirip anak kampung sebelah kalau lagi nyamper buat main bola bekel.

"Berisik lo berdua, cepetan sini masuk" kata gue keki, suara mereka terbilang cempreng, gak ada merdu merdunya, Mirip Musang kalau lagi kentut, ya, Bau. gue juga gangerti apa hubungannya suara cempreng sama  kentut musang. Kalaupun mereka ikut paduan suara nya om Erwin gutawa, dan kepilih, Satu gedung mungkin bakalan hancur berkat suara mereka. Kayak Ibu ibu di Film Kungfu Hustle, Berisik Bener.

"Mau Ngapain pada kesini" 
" kan Lo yang nyuruh bego" . 

Kaget Denger Wang ngomong gitu, biasanya dia cuma diem diem kayak anak autis yang lagi nyari kecebong pas jam 1 malem.

Dikatain sama wang berasa ditusuk sama nenek nenek yang lagi shampoan. Entah kenapa gue menghubungkan Kata kata yang disebutin sama wang dengan nenek nenek yang lagi shampoan, apa mereka berjodoh? apakah mereka satu SMP bareng, gue juga gatau.

"Kita ngapain nih disini?" belum selesai ngomong, si Porshav langsung ngeluarin DSLR Kesayangannya dari tas. Kalau DSLR nya gue ancurin, mungkin gue bakal jadi eek nya dia. Ganyambung kan? iya gue tau kok.

"ett, dan jangan Foto foto lagi, bosen gue, mau Kamera Lo gue bikin Opor?" mumpun besok lebaran,Biar Euforia nya dapet, sadiss. Porshav langsung masukin kameranya ke dalam tas tanpa banyak cingcong.
Berasa jadi preman pasar banget gue, sekali ngomong ini langsung diturutin, Keren. Nanti nanti gue bakalan bilang ke mereka, "Japrem Mana Japrem!" Jagoan kali gue.

"oke kita nonton aja, yuk gue tau tempatnya" Wang ngasih solusi dari permasalahan kita, Great.
________________________________________________________________________________

Tiba di tempat

"Dimananih?" Gue sewot, gue mikirnya ke Bioskop yang mewah, Theater nya banyak banget. Sampe 30 an.
Eh ternyata Cuma Nyewa DVD, gapapalah, biar gakboring.

"Minjem DVD ya, Siji meneh" 

Gue bertanya tanya, Kenapa si Wang ngomong pake bahasa jawa (lagi) [bagi  yang belum liat bahasa jawa si wang, bisa diliat di post sebelumnya] 

"nih, balikin seminggu lagi, jangan sampe rusak, awas lu, ilang, gua tabok" Kata mas mas penyewa DVD nya sangar, padahal mukanya abang abang semes, yak  abang abang semes  yang udah di setrika mukanya.

gue langsung cabut ngambil DVD nya sama Porshav, dan gue pun gatau tadi si Wang minjem DVD apa, bodoamat ah, yang penting udah ada tontonan nih.

Pas  sampe rumah gue langsung buru buru buka bungkusan DVD nya, Bungkusan disini gak pake plastik item kayak di Pasar pasar di indonesia. Bungkusan disini lebih mirip, kado. Rapih banget men kagum banget gue, namun gue gak berlebihan, takut diomelin sama Porshav yang lebih mirip emak emak lagi sakit gigi.

"Kampret!. Lu Minjem DVD apaan nih?!?" gue sewot. Berharap si Wang nyewai video yang keren , kayak Fast Five, harry potter dan semacamnya, dia malah minjem Video Serpongbob.
FYI, serpongbob adalah Film kartun di indonesia yang memiliki efek efek ciamik seperti yang ada di Film film Indosiar.

"lu suka nonton film ginian wang? ganyangka gue" kata gue sambil ngeliatin wang.
"yoi, gue udah sampe yang naga naga berantem sama ular putih itu, keren banget le!"

Gue Ganyangka wang 'demen' sama film beginian, mungkin kalau di Indonesia, dia udah menjadi serpongbob maniac. Demo di depan DPR, sambil bawa bawa spanduk bertuliskan 
"Jadikan Serpongbob sebagai Duta Kartun Dunia!!!!! kalau tidak saya akan mogok makan! YA!! MOGOK MAKAN!!!"


Porrshav yang sedaritadi sibuk sama Kamera nya cuma bisa geleng geleng sama tingkah gue dan wang

"Ngeliat kalian berdua begitu, kayak ngeliat babi sama macan ya"
Wow keren, gue berharap gue diibaratkan macan sama porshav

TibaTiba Porshav lanjutin pembicaraannya 
"Oiyya le, Si wang Macannya, Lo babinya, Le! HAHAHA"
Rasanya gue pengen mutilasi Porshav jadi 7 bagian dan ngirim potongan tubuhnya ke Ki Joko Bodo, dan dijadiin sop buat dikasih ke sumanto.

Filmnya udah diputerin dan gue dan orshav gak nonton sama sekali dari awal sampe akhir, kita biarin si wang aja kegirangan nonton film kesukaanya, SerpongBob.
Porshav yang sibuk sama camera nya, dan gue yang dari omongan porshav tadi masih mikir dan lagi lagi mikir.

 kenapa wang bisa jadi macannya? dan gue jadi babi? Kan gak keren gue dikejar kejar sama wang, berasa dikejar sama banci taman lawang yang gak laku.

"Tolong aku!! tolong aku!!" teriak gue histeris. 

NAh disitu gue liat ada sesosok ibu ibu lagi berjalan dan menghampiri gue, dan bilang . Nak nak...
Sambil ada kucuran air hujan .

Gue coba melek melek dan melek... ternyataitu adalah Nyokap gue yang sedang membangunkan gue dengan cara disemprot pake semprotan air. 

"Kampret.. Gue cuma mimpi"

__________________________________________________________________________

THE END


Jumat, 26 Agustus 2011

IchBΔle dan teman teman sepermainan Part4

Oke Nyambung ke Cerita Sebelumnya ya, belum baca? Baca dulu dong.
_________________________________________________________________________________



Wang tiba tiba Digampar sama orang yang diikutin gayanya sama dia.
"You Damn fool!" kata mas mas bule itu.
Si wang kaget, melongo, kalau kata adek gue sih 'kicep, ceming doyok' maksudnya apaan coba -_-

Sontak karena takut + Ngeri si Wang langsung bilang "Im sorry I sorry, he told me to do this" sambil Nunjuk gue, tapi dia gak liat ke guenya.
Wang gak sadar kalau gu udah buru buru kabur sama si porshav waktu bule itu dateng, ngumpet di semak semak sambil mantauin dia.

"mana!? Mana ?! dasar orang gila! Wong edan" kata bule tersebut. Gue Gak nyangka orang amerika bisa bahasa Indonesia, Ada bahasa Jawanya Pula, hebat. Salut.

Wang speechless, gabisa ngomong apa apa, cuma bisa... Pasrah merenungi nasibnya.
Kalau diliat liat, kasian juga ya si Wang, kayak  Rakyat miskin di Indonesia yang di tindas sama harga sembako, minyak tanah. Tragis.
Gue pengen keluar buat nyelametin si Wang, kalau udah sampe sana gue bilang "Selamat ya wang, Lo udah ditindas, kapan kapan undang gue ya. eh jangan Lupa PEJE!!" Kata kata terakhir itu adalah kata yang membuat gue males buat pacaran. Gue Bingung sama sistem perpacaran di Indonesia, kenapa setiap jadian mesti harus ada pj alias Pajak Jadian? emm..... Mikirin ini jadi Galau gue.

Setelah nunggu Si wang Merdeka Dari penjajahan. Gue Jalan jalan lagi ke Manhattan, New york city , tepatnya ke Central Park nya.
Gak Kayak di Indonesia yang Di setiap Bangku dipenuhin sama orang  pacaran, tapi disini itu hijau banget. Hijau Bukan Karena eek yang diselimuti oleh lumut ya, melainkan karena banyak banget pohon dan rummput yang bertebaran di sekitar sini, mungkin juga disitu ada tempat penggembalan sapi atau kuda? bisa jadi, gue gatau tanya aja sama mantri sunat deket situ.

"anjir, view disini keren banget men! kita foto dimanapun, pasti backgroundnya hijau, keliatannya fresh banget, sumpah ini surga men!" Kata Gue saking Takjubnya sama View Central Park itu.
#Plaaak gue digampar sama Porshav. "Banyak Bacot lu,emang lo dah pernah ke surga?Dan emang di Indonesia gak ada yang kayak begini? HA HA" 

Gue pengen Gorok Leher Porshav

"shav, asal lo tau ya Di Indonesia gak sedikit yang Tamannya kayak begini!" ya, emang gak sedikit. Gak sedikit bukan berarti ada juga. Dalem Ngenes.

 Diluar pembicaraan gue sama porshav yang berkesan 'abstrak', gue pengen banget Indonesia bisa punya Taman yang seger banget kayak gini, hijau, bersih. Gue yakin kalau puasa pasti rame banget sama orang yang nyari Oksigen.

Wang yang sedari tadi diem aje, bukan karena dia gabisa ngomong, melainkan gak gue tulis namanya buat ngomong. HA HA. ada yang ketawa? ada dong, temenin gue ketawa -___-

Gue asik foto foto (lagi) dengan gaya absurd W/ Porshav & Wang.
Lagi lagi keGilaan gue kambuh, gue coba buat gelantungan di pohon sambil kakinya di atas biar nahan badan gue.

"Wang, Fotoin gue deh" 
  
Cekrik.Gedubrak
(Kaliansemuangertiyanguemaksuditu?)

ternyata gue kecapekan buat nahan berat badan gue, kaki gue serasa dilindes sama gerobak tukang sayur, cenat cent banget, dan saat waktu yang bersamaan pas gue jatoh Wang udah foto in gue. Alhasil jadilah foto gue lagi tiduran ngambang di udara.

"Anjir keren banget! Pengen lagi deh gue! Tapi di Udaranya sambil kayang! Asoy banget pastinya!" Gue excited banget karena foto tadi.

"Norak lo!!" kata porshav emosi. Heran gue sama porshav, ngomel mulu sama tingkah gue, harusnya dia taudong gue emg Rada gila gini, wajar aja dong, please porshav, ngertiin gue dikit, capek gue sama semua masalah masalah yang ada,gue pengen mengakhiri masalah itu! *maafcurcol..Pemirsa*

______________________________________________________________________________

Habis capek Photo Session [foto autis] bareng tiga autis alias Kita bertiga. gue memutuskan buat cabut ke apartemen [Lagi lagi gue gak tau tulisannya -__-] Berhubung apartemen kita samaan, kita memutuskan dulu buat ke Burger king terdekat buat isi perut sampe kenyang. 
Gue pesen Whopper, yang laen juga. Gatau kenapa wang gak mau whoppernya, yaudah Wang ngasih whopper nya ke gue.

"Nih buat lo" sambil nyodorin ke gue [nyodorin,buat nodongin]
"beneraan nih? thanks banget wang... thanks banget.... Lo emaang sahabat gue banget sih *nepokdadawang*"
"Ih lo jangan homo gitudeh, malu diliat orang bego!"

JLEB. Wang gue buka maho, gue gak suka sesama jenis. Gue juga Gasuka sama oang yang kelamin nya gajelas gitu kayak lo, burem banget kalau diliat, ngeblur, atau bahkan Nge blank sama sekali.

Baru Mau memasukkan Whoppernya Wang ke dalam mulu gue, eh si porshav maen asal jeplak aja.
"anjrit rakus banget lo bal! harusnya tau diri"

"Lo mau? Bilang dong shav! jangan malah nyindir! haha" kata si wang spontan

habis dari BK kita langsung balik ke apartment, dan kekamar masing masing.
Dan... penyakit gue kambuh, yak, Insom saudara saudara sekalian, malam dimana gue insom itu gue habiskan dengan Menghitung domba yang ada di lukisan apartment gue, sambil nunggu hari besok gue bakal ngelakuin hal gokil, gila, absurd, dan bodoh apa lagi yang bisa bikin Porshav bawelnya keluar, dan Wang kicepnya... Kambuh.

____________________________________________________________________________


[Masih ada part5nya ya! tungguin pemirsa!]


Kamis, 25 Agustus 2011

IchBΔle dan teman teman sepermainan Part3

Biar ngerti Ceritanya. Baca Dulu Postingan gue sebelumnya ya!
__________________________________________________________________________________

Gue coba santai, bawa enjoy. Tapi kesantaian gue ini malah membawa gue dalam petaka.
Gue dikira orang gila sama Security setempat, gue sempet bikin Video klip buat lagu indianya Sarukan [ gue Gatau tulisannya gimana -_-]  bareng itu security-yang-gak-gue-tau-namanya, orang orang biasa menyebutnya kejar tangkep nazarudin, atau anak SD Biasa menyebutnya main Polmal , yak polisi maling.

Proses video klip tersebut memakan waktu yang cukup lama, sampe sampe oksigen dalam tubuh gue habis, bagai dikejar kejar satpol pp. Pas gue ngumpet di toilet, Keberadaan gue ini gak ke detect sama security sialan itu, namun ada satu problemnya, ya gue salah masuk toilet, gue malah masuk toilet cewe, gue pasrah.
Segerombolan Cewe yang di toilet menggiring gue ke kantor bandaranya. Gue Ditanya tanya yang enggak enggak sama Security itu.

"Bapak kamu... pejabat ya?, atau pegawai biasa" kata security lenjeh yang bertampang sangar itu.
Bang, ini saya mau di interogasi apa di gombalin sama situ sih? abang homo ya? tobat bang tobat.

Sontak gue bilang "pak.... aku ini anak bapak, yang selama 2 tahun tidak bertemu" .
Suasana haru menyelimuti pertemuan antara kita berdua, diiringi oleh gemuruh penonton dari tribun atas, sorak sorai para pendukung persija yang menyanyikan lagu " Ayo.. the Jak, ayo... the jak, kita dukung persija...  Boyo boyo jos".
________________________________________________________________________________

Akhirnya gue cerita sama bapak srikiti itu.
"pak, saya dapet beasiswa ke harvard pak" belom selesai gue ngmng dah disela aja
"iya? #alhamdulillahyah  jadi kita kalau jalan jalan bisa pake mobil, gak jalan "

Lah situ siapa gue pake kata kata 'kita'?
nah terus Pak. situ autis? apa mabok? Harvard apa urusannya sama mobil?

Gue langsung tanya balik "loh pak? kok ada mobil pak? jalan jalan? kok ganyanmbung yah"
"Loh? Alphard kan? mobil? hebat kamu bisa beli mobil"

gue pengen Buang bapak bapak itu ke empang

tapi niat itu gue uruungkan, masalahnya gue gamau di Koran ada berita gede terpampang di halam depan, ya HALAMAN DEPAN! yang bertuliskan seperti ini

'Anak Muda Yang membuang seorang bapak bapak srikiti ke empang, dan akhirnya bapak bapak itu tewas karena gak bisa berenang' ngenes.

"Pak, Harvard pak, bukan alphard" eh? kenapa gue jadi curcol begini sama bapak itu?

Gue pikiir... conversation ini terlalu lama dan mengulur ulur waktu, gue langsung cabut aja ke pesawatnya dikawal sama security security yang ganteng dan keren.

"Mas... disini tempat duduknya kelas Business ya"
"maaf pak, saya belum ngerti bisnis, masih muda, lagian juga saya kurang tertarik sama yang begitu gitu"
gue ngelantur, coba mencairkan suasana tegang gue berkat dikawal sama 2 algojo ini.

Ah... mimpi gue... terlaksana dengan  baik... gue bisa berangkat ke ame rika..
Gratis lagi dibayarin sama sekolah.. enaknya jadi gue..
Sayangnya, gue gabisa memanaatkan kelas yang katanya bisnis. gue malah tidur sepanjang perjalanan..

"masmas.. udah sampe di amerika mas.." seorang wanita cantik membangunkan gue dari tidur yang lelap..
setelah gue kucek kucek mata.. ternyata bapak bapak tua sang co-pilot yang membangunkan gue.
Alhasil, gue jadi Galau.
__________________________________________________________________________________

"WELCOME TO UNITED STATES OF AMERICA"

"Anjir mimpi apa ini gue? serius kah ini?" entah berapa kali gue ngmng gitu, sampe bosen nulisnya.
Sampe Disana gue langsung ke harvardnya dan daftar ulang.

Banyak Banget  mahasiswa yang daftar ke Harvard University ini. Mulai dari Anaknyasule, orang itemyangkalaumalemgakkeliatansamasekali , Cewe rusia, Syekh syekh dari arab gitu, sampai sulenya sendiri juga ikutan daftar. Daftar Disini berasa kayak dijakarta, bukan karena tertata rapih dan teratur melainkan karenakayak Ngantri BLT, rame bener.

Selesai Ngantri BLT gue langsung cari kenalan.
Gue kenalan sama cewe rusia itu, namanya porshav, agak aneh emang.
Dan juga gue kenalan sama orang cina, namaya Wang Xiao, dia ini laki laki, tapi gatau kenapa menurut gue namanyakayak nama cewe. Berhubung penasaaran gue tanya ke dia pake bahasa indonesia "eh kok nama lo kayak nama cewe ya? haha"

Dia cuma bisa Diem, dan natapin gue dengan tatapan sinis.
Ada aa dg ini orang? apakah dia tuli? atau gagap gue gatau.
Gue tanya lagi... dia masih gak jawab, gue bingung kenapa dia gamau jawab.

Gue mikir... Oh iya, gue nanya pake bahasa Indonesia, autis nya diriku.
pas gue tanya pake bahasa Inggeris dia langsung jawab cekatan.
"iya, tadinya gue cewe, ehganti  kelamin jadi cowo"

what?!? bumi gonjang ganjing, persija menang lawan Barcelona.
Gue punya kenalan sama orang yang... Puunya 2 kelamin..
ya tuhan.. ampuni hamba mu ini..
Gue mau temenan sama dia, tapi jangan sampe aja gue ikut ikutan dia ganti kelamin. jijik. Absurd banget.

Gue berteman baik samamereka... ssama seperti pertemanangue sama apoy dan amat.
I Miss You My Friend!

Hari Hari gue lewati sama mereka bertiga, dari mulai foto foto, foto foto, dan... ya kalian benar.. foto foto.
Setiap hari kerjaan gue dan kawan kawan hanya itu. Berbekal satu buat DSLR nya  Porshav.

"eh lo foto kayak gitudeh" kata gue nyuruh Wang sambil nunjuk mas mas yang lagi tidur pules di bangkutaman.

*ngikutingayanya*
tiba tiba #Plaak

Bersambung..........
______________________________________________________________________________

Apa yang terjadi dengan Wang? bagaimana certia selanjutnya? tungguin aja di part selanjutnya guys!

Rabu, 24 Agustus 2011

IchBΔle dan teman teman sepermainan Part2

Oke, Post Ini Nyambung dari post sebelumnya. Bagi yang belum baca, baca dulu ya biar jelas :)

Masa masa gue Di Sma terbilang enak. Ada Suka dan dukanya, namun, dukanya lebih banyak.
FYI, Orang keren emang Banyak cobaan ;p

Cerita ini adalah Saat gue Masuk Ke Perguruan tinggi atau bahasa kerennya University.
Entah apa yang bikin gue berfikiran buat bikin part2nya, padahal gak ada lanjutannya.

Saat gue masuk kelas 3 SMA atau sekarang biasa disebut kelas 12.
Gue menikmati masa masa ini.Ya, di sekolah gue, angkatan gue adalah angkatan tertua, kenapa? karena angkatan gue banyak yang gak lulus, alias Tua semua dari segi tampang dan umurnya, tapi, terkecuali gue, ya kecuali GUE.

Paling Senior di Sekolah bukan berarti bisa gampang dapet cewe. Justru itu, karena angkatan gue dikenal sebagai angkatan paling sangar (ya karena bertampang tua) . Sebagian dari adek kelas juga pada takut sama gue, entah apa yang membuat mereka pada takut sama gue. Gue ini orangnya unyu, imut imut bikin jijik gitu.
Gue juga didaulat menjadi Duta Remaja dg tampang suram di sekolah. Mungkin karena gue sering ngumpet di kelas tepat nya di pojokan, ditutupi dg sehelai tisu, orang orang gak akan bisa ngeliat gue, gatau kenapa.


Juni. 2016.

Saatnya pendaftaraan menuju universitas. Tiba tiba gue dan orang tua gue mendapat panggilan dari sekolah '' this is the end" kata gue dalem hati.
Gatau apa yang membuat gue dipanggil ke sekolah, sama kepala sekolah lagi. Nervous? iya. Berasa ketemu Pevita Pearce gitu. Namun, impian bertemu dg Pevita Pearce Musnah, karena saat sampai di sekolah bukannya ketemu bidadari cantik, malah bertemu bapak bapak berbadan besar yang kumisnya lebat mirip hutan hutan di kalimantan.

"Assalamualaikum pak, boleh masuk?" 
"Waallaikumsalam . Mari silahkan silahkan"

Gue semakin deg degan. Gue udah berfikiran yang enggak enggak, mulai dari gak lulus, di keluarin, sampai... DiSunat lagi.

"gini pak..." Bapak bapak itu ngmng serius sama bokap gue.
tatapan matanya killer banget, Dingin.

"anak bapak mendapat beasiswa menuju Harvard University, biayanya ditanggung dari sekolah"

What?!? Mimpi gue terwujud.
Gue girang bukan kepalang, saking senengnya, gue sampe kayak di meja kepala sekolahnya.

"terimakasih pak terimakasih se makasih makasihnya!" kata gue sambil nyiumin jempol kakinya

Men, mimpi gue terwujud. Cita cita gue sekolah di harvard terlaksana dengan baik.
Tapi tiba tiba, entah kenapa gue nangis, yak nangis kejer pemirsa.

Ya Tuhann...

"Kamu kenapa dek?" kata bapak bapak kumisan itu sok prihatin
"Saya.. sedih pak.. saya yakin saya tidak bisa masuk ke harvard karena... saya begonya gak ketulungan pak"

gue yakin kepala sekolah itu didalam hati pasti bilang 'haha sukurin luh! rasain, makannya jadi pacar saya dulu!'

Rasa sedih, gembira jadi satu, mirip permen Nano-Nano...
gue berfikir.. Lama banget baut mastiin apakah gue masuk Harvard, atau tidak..
Pengambilan keputusan gue yang sangat lama ini membuat kepala sekolah gue keki, dia nungguin gue sampe jamuran, lumutan. Setia sekali bapak ini, ah aku padamu bapaak kumisaan...

u,u Maaf. Kebawa Sifat asli. Akhirnya gue memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut, kalau dipikir (emg gue bisa mikir?) kesempatan itu gak datang dua kali.

seminggu kemudian gue Siap siap, pamitan sama kerabat, orang tua dan temen temen.
Gue pun berangkat ke bandara SoekarnoHatta ditemenin sama duit ransel dan perkakas lainnya. Jadi gue berasa autis deh, pacaran sama ransel dkk.

sepanjang perjalanan juga gue diliatin sama orang orang. 
Gue Stay Cool, Sok keren berharap orang orang ngeliatin gue karena keren.
Namun pikiran gue itu berubah ketika ada seorang cewe ngeliatin gue sambil ketawa ngakak.

Gue coba duduk sebentar, mereka masih tetep ketawa.
'Kenapa ya?' Pikir gue dalam hati. Gue coba tanya sama seseorang turis yang duduk tepat di sebelah gue.

"eksekusi mi ser. is der samting wrong with mi?" Grammar gue emg ancur, kalau diliat doang gak dibaca, perkataan gue itu kayak bahasa german, german pinggirian, tepatnya Cimahi deh kalau gasalah.

"lo gapake celana, lo cuma make boxer. Bego" begitu kurang lebih jika di translate ke bahasa indonesia

"Sialan, gue kambuh"

[Ganyambung? emang,biar keren aja pake part]
[Masih ada Part3 nya loh! tungguin aja!]
[Part2 ke part3 nya nyambung kok!]

Apakah anda bisa bermain gitar?